Friday, 15 March 2013

SEJARAH PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI

A. SEJARAH PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI

1. Sejarah Perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia
Perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia saat ini berkembang dengan pesat bersamaan dengan penemuan dan pengembangan Ilmu Pengetahuan dalam bidang Informasi dan Komunikasi sehingga mampu menciptakan alat-alat yang mendukung perkembangan Teknologi Informasi, seperti sistem komunikasi dengan alat komunikasi yang searah maupun dua arah (interaktif). Penggunaan internet di Indonesia pun sudah menjadi suatu kebutuhan sehari-hari yang dikenal dengan teknologi berbasis internet (internet based technology).

Dimulai dengan peluncuran Satelit Palapa pada 9 Juli 1976 yang memudahkan arus komunikasi dan teknologi. Setelah itu dilanjutkan dengan perkembangan jaringan sellular, yaitu GSM pertama di Indonesia, yakni sebuah komunikasi bergerak yang tergolong dalam generasi kedua. Walaupun demikian menurut mentri riset dan tekhnologi, Hatta Rajasa Indonesia masih berada pada urutan 61 dari 64 negara dalam konteks achievement technology.

Pada sejarah perkembangan teknologi di Indonesia terutama pengenalan awal yang terjadi sekitar tahun 1970 - 1972-an melibatkan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Pendidikan Indonesia(UI). UI termaksud salah satu perguruan tinggi yang menjadi pelopor pengenalan teknologi. Dibawah ini ada beberapa peristiwa penting yang tercatat sebagai perkembangan teknologi di Indonesia :
Tabel Sejarah teknologi informasi di Indonesia

Tahun Peristiwa Penting
1972 s/d 1975 - PUSILKOM UI mulai melakukan kegiatan operasional
komputasi di lingkungan kampus UI.
- UI mengirimkan 2 (dua) orang staf PUSILKOM ke Amerika Serikat untuk melanjutkan studi tentang ilmu komputer.
1975 s/d 1986 - UI kembali mengirimkan 4 (empat) orang staf PUSILKOM ke Amerika Serikat untuk melanjutkan studi tentang ilmu komputer.
1984 Beberapa jaringan teknologi informasi di Indonesia mulai terhubung ke internet melalui jaringan UI-net. Jaringan internet Indonesia pada saat itu berjalan di atas protokol UUC, sedangkan umumnya menggunakan TCP/IP. Domain .id sudah muncul dan diakui pada tahun ini.
1986-an - Terbentuknya jaringan yang menghubungkan kampus- kampus besar Indonesia, mulai UI, ITB, UGM, ITS, UNHAS, Universitas Terbuka dan Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Depdikbud. Jaringan besar ini disebut UNINET. Jaringan yang dibuat dengan bantuan dari luar negeri ini menggunakan infratruktur jaringan telepon kabel konvensional, SKDP milik PT Indosat, serta SKDP via satelit(pac k s atne t). Ada 4 buah server yang dibuat dan ditempatkan di lokasi ITB, UI, UGM, dan ITS.
- UI membuka program studi ilmu komputer pertama untuk jenjang S-1.
- Adanya kegiatan Amatir Radio club (ARC) ITB yang membangun jaringan internet dengan menggunakan komputer Apple II dihubungkan dengan jaringan komunikasi memakai link radio amatir untuk mengoperasikan internet.
1988 Program studi ilmu komputer untuk jenjang S-2 dibuka di UI.
1988 s/d 1989 UI dipilih menjadigate way internet pertama di Indonesia, sekaligus sebagai koordinator pendaftaran domain .id internet protokol berbasis UUC.
1990-an Mulai dikembangkannya jaringan komputer dengan menggunakan teknologi packet radio pada band 70 cm dan 2 m secara luas.
1986 s/d 1993 PUSILKOM UI ditunjuk oleh Depdikbud sebagai salah satu
Pusat Antar universitas (PAU) dalam bidang ilmu komputer.
1993 - Fakultas Ilmu Komputer (FASILKOM) UI diresmikan
oleh Mendikbud.
- Indonesia secara resmi terhubung dengan internet mengguankan protocol TCP/IP dan domain .id mulai diakui keberadaanya di internet tepatnya pada tanggal 4 Maret 1993.
- IPTEKNET menjadi situs pertama yang resmi terhubung dengan internet
1994 Munculnya Internet Service Provider (ISP) pertama di Indonesia yaitu indonet (www.indo.net.id)
1995 - PT Telkom melalui divisi riset dan teknologi memberikan sambungan leased line 14,4 Kbps sebagai bagian dari IPTEKNET.
- Departemen Pekerjaan Umum tercatat sebagai instansi departemen pemerintah Indonesia yang pertama kali on line (www.pu.go.id)

1996 - ITB terhubung ke jaringan penelitian Asia Internet Interconnection Initiatives (AI3). Bandwidth internet pun di tambah sampai 1,5 Mbps ke Jepang yang terus ditambah dengan sambungan ke TelkomNet dan IIX 2 Mbps.
- bTerbentuknya APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) yang memfasilitasi munculnya banyak ISP.
- Munculnya layanan internet dial up dengan akses 33,6 Kbps.
1997 Layanan internet dial up mengalami kenaikan dari 33,6 Kbps
menjadi rata-rata 56 Kbps.
1998
Pemerintah daerah mulai masuk ke internet. Pemda pertama yang melakukan koneksi ke internet adalah Pemerintah Daerah Samarinda (www.samarinda.go.id).
1999
- Dikeluarkannya UU tentang telekomunikasi no. 36/1999.
- Inisiatif gerakan berbasis teknologi informasi mulai mencapai puncaknya.
- Perusahaan dotcom dan media-media yang memiliki segmen pendidikan teknologi informasi bermunculan di Indonesia.
- Kegiatan promosi, pameran, seminar, dan konferensi internasional teknologi informasi di selenggarakan secara beruntun.
2002
Secara resmi pemerintah Indonesia meluncurkan portal nasional pada tanggal 20 Mei 2002 dengan alamat www.indonesia.go.id.

2. Sejarah Perkembangan Teknologi Informasi dalam Konteks Pendidikan
Pada tahun 1999 Depdiknas mulai merancang program untuk pembelajaran berbasis teknologi informasi. Program TIK di Depdiknas dimulai melalui program:
a. Jaringan Internet (Jarnet)  tahun 2000
b. Jaringan Informasi Sekolah (JIS)  tahun 2001-2002
c. Wide Area Network Kota (WAN Kota)  tahun 2002-2003
d. Information and Communication Technology Center (ICT Center) tahun 2004-2006
e. Indonesia Higher Education Network (Inherent) tahun 2006-2007
f. Jejaring Pendidikan Nasional (Jardiknas) tahun 2006-2008
g.South East Asian Education Network (SEA EduNet) tahun 2008
Pada tanggal 30 Juni 2004 diadakan DEKLARASI BERSAMA Indonesia, Go Open Source (IGOS). Dideklarasikan penggunaan dan pengembangan Open Source Software (OSS) yang ditandatangani oleh Menteri Riset dan Teknologi, Menteri Komunikasi dan Informatika, Menteri Kehakiman dan HAM, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Menteri Pendidikan Nasional.

Pada tahun 2005 diadakan konferensi TIK untuk Indonesia. Konferensi ini merupakan forum pertemuan para peneliti, industri, pengembang, otoritas, pemerintah, analis dan lainnya yang terkait dengan TIK untuk mendiskusikan hasil-hasil penelitian, pengembangan maupun usulan yang berkaitan dengan TIK. Sampai sekarang sudah diadakan 3 kali yaitu 2005, 2006 (bertempat Bandung) dan 2007 (bertempat di Jakarta).

Konferensi tahun 2007 membahas tentang mengenali hambatan dan menemukan solusi dalam menjamin kesuksesan penerapan TIK Nasional.

Pada tahun 2009 diadakan ASEM ICT Workshop. Pertemuan delegasi dari ASIA EROPA pada tanggal 6-7 Oktober 2009 bertempat di Hotel Melia Yogyakarta.
Semua peristiwa diatas semata-mata hanya untuk meningkatkan perkembangan teknologi informasi pada dunia pendidikan. Upaya yang dilakukan pemerintah dengan program yang dirancang sudah cukup baik tetapi implementasinya kurang pada kenyataannya terutama pada tenaga pengajar yang kurang kompeten pada bidang teknologi informasi dan fasilitas atau sarana yang kurang ditunjang sehingga pengembangan teknologi informasi di sekolah – sekolah tidak merata dan kurang maksimal.

3. Sejarah Perkembangan Teknologi Informasi dalam Dunia Sekolah
Deklarasi SEAMEO Regional Cooperation on Quality and Equity in Education pada SEAMEO Council Conference di bulan Maret 2002 di Chiang Mai, Thailand yang ditandatangani sepuluh menteri pendidikan se-Asia Tenggara. Deklarasi tersebut menjadi awal permulaan penerapan teknologi pendidikan yang dikenal dengan istilah Teknologi Komunikasi dan Informasi (Information and Communication Technology/ICT), hal ini dilatar belakangi oleh kemajuan perkembangan teknologi informasi khususnya internet dalam bidang pendidikan terutama pada sekolah di daerah Asia Tenggara yang dimulai sejak tahun 2000 hingga sekarang. Deklarasi tersebut merupakan cara yang strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan serta memperluas kesempatan belajar bagi semua peserta didik yang dapat dilakukan tanpa terbatas oleh ruang dan waktu.
Dalam UU No.2 Tahun 2000 tentang Sistem Pendidikan Nasional menjelaskan bahwa kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dengan memperhatikan tahap perkembangan siswa dan kesesuainnya dengan lingkungan, kebutuhan pembangunan nasional, perkembangan IPTEK serta jenjang masing-masing satuan pendidikan. Dengan dasar hukum yang sudah jelas tertera yang mengimplikasikan bahwa dalam pendidikan formal(sekolah) haruslah melibatkan perkembangan IPTEK yaitu pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Pembelajaran yang berbasis teknologi informasi dimulai dengan penggunaan media dalam proses pembelajaran dengan tujuan untuk memperbaharui cara penyampaian yang menarik dalam belajar.

Pada tahun 2004 Depdiknas memasukan materi pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam kurikulum KBK, pemerintah memiliki tujuan agar siswa dapat menggunakan ICT dengan benar dan tepat dan dapat mengoprasikannya. Hal ini secara tidak langsung dapat memberikan bekal kepada siswa dalam menghadapi tantangan zaman, mengembangkan potensi dirinya, bersikap inisiatif, dan kreatif.
ICT dianggap penting karena ilmu ICT bersifat universal dan modern sehingga pembekalan untuk menciptakan sumber daya manusia yang produktif harus menguasai ICT dan bahasa Internasional.

4. Sejarah Perkembangan Teknologi Informasi dalam Bimbingan dan Konseling
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi atau sering disebut ICT (Information and Communication Technology) menghadirkan tantangan baru bagi praktisi bimbingan dan konseling. Teknologi informasi dan komunikasi lebih cenderung pada eksploitasi peran dan fungsi dari Teknologi Komputer. Berbicara ICT berarti berbicara komputer baik pemanfaatannya, peran dan fungsinya dalam kehidupan. Untuk itu perlu dilakukan upaya-upaya relevansi yang harus dilakukan oleh para prkatisi Bimbingan dan Konseling untuk menjawab tantangan ini.

Pada Standar Kompetensi Konselor Indonesia telah mengamanatkan kepada para konselor untuk menguasai teknologi informasi untuk kepentingan pemberian layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah.

Keterampilan konselor atau praktisi bimbingan dan konseling dalam menguasai dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, merupakan salah satu wujud profesionalitas kerja konselor dalam pelaksanaan program layanan.. Information and Communication Technology (ICT) merupakan salah satu pendorong terjadinya globalisasi, karena itu penguasaan teknologi komunikasi dan informasi merupakan hal yang ‘mutlak’ harus dicapai. Teknologi informasi dan komunikasi menyampaikan informasi dalam bentuk teks, grafik, audio dan dalam format video. Selain itu ICT juga membantu individu maupun kelompok untuk dapat berkomunikasi dengan lebih mudah dan relatif murah. Khususnya hal yang paling potensial dalam ICT yaitu memberikan kesempatan kepada individu untuk berkomunikasi lebih baik dengan menggunakan informasi yang mereka terima. Membuat lingkaran yang berkesinambungan, dimana informasi mendorong komunikasi dan komunikasi mendorong informasi berikutnya dan seterusnya. Aziz Wahab mengemukakan, bahwa paling tidak terdapat empat alasan mengapa perlu menggunakan ICT, yaitu:
1) Informasi yang disimpan secara elektronik memiliki fleksibelitas dalam mengakses dan memanfaatkannya,
2) Komputer merupakan alat yang memiliki kemampuan tinggi dalam mengelola informasi,
3) Memudahkan para pengambil keputusan dalam mendapat informasi yang diperlukan,
4) Komputer sebagai alat untuk memproses informasi, memiliki tingkat aplikasi dalam setiap langkah manajemen
Dengan kemajuan teknologi komunikasi, konseling dapat dilakukan tanpa tatap muka, atau pertemuan langsung antara konselor dan klien. Konseling dapat dilakukan secara jarak jauh, diantaranya melalui:
1) Internet.
2) Telepon.
3) Video phone.
4) Radio dan televisi.
5) Surat magnetik. .
Menurut Handarini (2006), menyatakan bahwa teknologi dan internet dapat diterapkan dalam layanan bimbingan konseling, yaitu: a) layanan appraisal, b) layanan informasi, c) layanan Konseling, d) layanan konsultasi, e) layanan perencanaan, penempatan dan tindak lanjut dan f) layanan evaluasi.
a) Pada layanan appraisal yang merupakan kegiatan Bimbingan dan Konseling yang berupa pengumpulan, analisa, dan pengumpulan data personal, psikologis, sosial siswa; yang berguna untuk memahami siswa dan membantu siswa memahami dirinya sendiri. Teknologi yang dapat diterapkan pada teknik testing dan non testing menggunakan computer dan internet.
b) Layanan informasi yang merupakan kegiatan Bimbingan dan Konseling yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada siswa, dan mengembangkan keterampilan siswa bagaimana mencari informasi (personal-sosial, karier, pendidikan). Teknologi yang dapat diterakan yaitu self-initiated information searching dengan menggunakan internet.
c) Layanan konseling yang merupakan kegiatan layanan yang bertujuan untuk memfasilitasi self-understanding dan self-development, yang dilakukan dengan cara “dyadic relationship” atau small group relationship. Fokus kegiatan ini adalah personal development dan decision making. Teknologi yang dapat diterapkan adalah cybercounseling.
d) Layanan konsultasi yaitu layanan bantuan yang diberikan kepada guru, administrator sekolah, dan orang tua untuk memahami siswa atau anak. Teknologi yang dapat diterapkan yaitu cyber consultation.
e) Layanan perencanaan, penempatan dan tindak lanjut yaitu layanan Bimbingan dan Konseling yang bertujuan untuk membantu siswa memilih dan menggunakan kesempatan pendidikan dan pekerjaan yang ada. Teknologi yang dapat diterapkan yaitu computerized self information dan internet.
f) Layanan evaluasi merupakan kegiatan layanan Bimbingan dan Konseling bertujuan untuk mengevaluasi keefektifan program. Teknologi yang dapat diterapkan yaitu computerized-data collection, computerized assessment, dan internet.

No comments:

Post a Comment